Gen Z dan Tarot: Lebih dari Sekadar Ramalan

Ketika tren ramalan tarot kembali mencuri perhatian, generasi Z justru menjadikannya lebih
dari sekadar ritual mistis. Menurut dosen psikologi Universitas Airlangga, tarot kini berperan
sebagai ‘coping mechanism’ bagi anak muda yang menghadapi ketidakpastian hidup,
perjuangan karier, hingga kegelisahan emosional. Tarot menawarkan narasi yang terasa
menenangkan tanpa penilaian, sehingga banyak Gen Z merasa terbantu ketika mencoba
memahami diri mereka sendiri sambil mencari ketenangan batin.


Namun, keasyikan ini bukan tanpa risiko. Psikolog itu mengingatkan bahwa terlalu bergantung
pada tarot berpotensi membuat seseorang pasif terhadap perubahan hidup, bahkan
menimbulkan ‘self-fulfilling prophecy’ di mana keyakinan kuat terhadap ramalan justru
memengaruhi perilaku dan hasil nyata mereka. Saran dari ahli tetap mengutamakan metode
pengelolaan stres yang sehat seperti ‘journaling’, olahraga, dan manajemen waktu.


Tarot bisa menjadi alat refleksi yang menarik, tetapi kunci keseimbangan adalah tidak
menjadikannya satu-satunya penentu hidup. Mencari bantuan profesional ketika mengalami
krisis emosional tetap penting agar mental dan kesejahteraan pribadi terjaga.

What's your reaction?
0cool0bad0lol0sad

Add Your Comment