Malang — Perayaan satu dekade Festival Mbois pada tahun ini berlangsung istimewa. Gelaran bertajuk Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 tersebut digelar serentak di Malang Raya, meliputi Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang, sebagai ajang kolaborasi nasional pelaku ekonomi kreatif.
Ketua OC ICCF 2025, Vicky Arief, mengatakan bahwa pencapaian sepuluh tahun Festival Mbois menjadi momentum untuk menegaskan konsistensi Malang sebagai pusat kreativitas nasional.
“Festival Mbois tidak pernah berhenti setiap tahun. Tahun ini kami merayakan satu dekade dengan kegiatan nasional ICCF 2025,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Festival yang berlangsung hingga pekan depan ini menghadirkan beragam agenda, seperti seminar, workshop, hingga konferensi internasional dengan peserta dari sejumlah negara.
Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir, antara lain Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tengku Rifti, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, serta Wakil Menteri Hukum dan HAM. Kehadiran Gubernur Jawa Timur juga ditunggu untuk menerima apresiasi dari ICCN atas penetapan Jawa Timur sebagai provinsi kreatif.
Vicky menjelaskan Festival Mbois menjadi ruang pertemuan lintas generasi, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga profesional yang bergerak di 17 subsektor ekonomi kreatif.
“Ini perayaan bersama, tempat silaturahmi para pelaku ekonomi kreatif di Malang Raya yang memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Menurutnya, dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif di Malang juga kuat berkat penerapan kolaborasi Hexa Helix, yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, media, hingga lembaga keuangan.
“Keterlibatan lintas pihak ini membuat Festival Mbois bukan sekadar acara seremonial, tapi wadah kerja kolaboratif yang nyata,” tambah Vicky.
Tahun ini menjadi momen penting bagi Kota Malang setelah ditetapkan UNESCO sebagai Kota Kreatif Dunia di bidang Media Arts. Pengakuan internasional itu rencananya akan dirayakan dalam rangkaian acara festival.
“Harapannya dampaknya bisa segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Vicky menegaskan Festival Mbois memiliki karakter berbeda dari kegiatan pariwisata biasa karena menonjolkan unsur edukatif dan produktif.
“Kalau di banyak tempat wisata bersifat konsumtif, di sini justru produktif. Melalui Malang Creative Center, kami melahirkan talenta muda yang berwisata secara pendidikan,” tuturnya.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, penyelenggaraan ICCF 2025 diharapkan mampu memperkuat posisi Malang Raya sebagai ekosistem kreatif yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
