
Malang, 16 Juli 2025 — Kota Malang kembali menjadi pusat perhatian dunia medis nasional dengan dibukanya secara resmi Konferensi Nasional PPHI-PGI-PEGI 2025 yang bersinergi dengan Malang Gastroenterology Update (MGU) ke-14. Acara ini berlangsung di Harris Hotel and Convention Malang dari tanggal 16 hingga 19 Juli 2025, dan dihadiri oleh para ahli gastroenterologi dan hepatologi dari seluruh Indonesia maupun mancanegara.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Penyelenggara, Dr. dr. Bogi Pratomo Wibowo, SpPD, K-GEH, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya forum ilmiah bergengsi ini. Ia menyebut konferensi kali ini sebagai momen bersejarah karena berhasil menyatukan tiga perhimpunan besar: Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia (PGI), dan Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI), bersama dengan MGU yang telah dikenal luas sebagai ajang pembaruan ilmu dan diskusi klinis tingkat tinggi.
Tema utama konferensi tahun ini berfokus pada perkembangan terbaru dalam dunia gastroenterohepatologi, mencakup topik-topik mutakhir seperti mikrobiota usus, imunopatogenesis IBD, hingga terapi terkini untuk karsinoma hepatoseluler. Para peserta akan mengikuti sesi ilmiah yang dibawakan oleh para narasumber terkemuka dari dalam dan luar negeri, yang membagikan hasil riset terkini, studi kasus, dan panduan praktis yang relevan dengan kebutuhan klinis.
Dr. Bogi juga mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh panitia dan sponsor yang telah bekerja keras demi suksesnya acara ini. Ia berharap konferensi ini tidak hanya menjadi wadah pengembangan ilmu dan kompetensi, tetapi juga mempererat jaringan profesional dan silaturahmi antarpraktisi medis di bidang ini.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh Walikota Malang serta para pimpinan tinggi dari ketiga perhimpunan penyelenggara, guru besar, dokter spesialis, residen, dan ratusan peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Konferensi Nasional PPHI-PGI-PEGI 2025 dan Malang Gastroenterology Update ke-14 diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan ilmu kedokteran, khususnya bidang gastroenterologi dan hepatologi di Indonesia.
