Harga Cabai dan Ayam Picu Inflasi Kota Malang April 2026, BI Pastikan Masih Terkendali

Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,05 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada April 2026. Meski mengalami kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan pasca momentum Ramadan dan Idul Fitri, kondisi inflasi di Kota Malang masih tergolong terkendali.

Berdasarkan rilis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang dan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Kota Malang tercatat sebesar 2,70 persen (year on year/yoy). Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur yang mencapai 2,85 persen, meski sedikit lebih tinggi dibanding inflasi nasional sebesar 2,42 persen.

Kenaikan inflasi pada April 2026 terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi di antaranya cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah.

Meningkatnya permintaan masyarakat selama dan setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga pangan. Di sisi lain, pasokan sejumlah komoditas seperti cabai juga mengalami gangguan akibat faktor cuaca.

Selain bahan pangan, kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin turut memberikan tekanan inflasi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga avtur di pasar global serta penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada awal April 2026. Tarif kereta api juga mengalami normalisasi setelah berakhirnya promo angkutan Lebaran.

Meski begitu, tekanan inflasi di Kota Malang masih tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga atau deflasi. Penurunan tercatat pada harga emas perhiasan, telur puyuh, serta beberapa bahan pangan seperti cabai rawit dan daging ayam ras yang mulai kembali normal setelah periode Lebaran.

Penurunan harga komoditas pangan tersebut juga didukung kondisi pasokan yang tetap terjaga, terutama karena beberapa daerah telah memasuki masa panen raya cabai. Sementara itu, harga emas dunia yang melemah selama April 2026 turut memengaruhi penurunan harga emas perhiasan di tingkat lokal.

Dalam menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang bersama berbagai pihak terus melakukan langkah pengendalian inflasi. Sejumlah upaya dilakukan mulai dari pemantauan harga bahan pokok, sidak stok LPG 3 kilogram, hingga kegiatan panen cabai dan tanam padi serentak di wilayah Kota Malang.

Selain itu, TPID Kota Malang juga aktif mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri selama April 2026 guna memastikan kondisi inflasi daerah tetap terkendali.

Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan Bank Indonesia akan terus diperkuat melalui program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta penguatan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif agar inflasi tetap berada pada sasaran nasional.

What's your reaction?
0cool0bad0lol0sad