Malang, M-People — Dunia digital bikin gaya hidup anak muda makin serba praktis, termasuk soal pembayaran. Sekarang, cukup dengan scan kode QR, transaksi bisa selesai dalam hitungan detik. Itulah yang ditawarkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), sistem pembayaran resmi yang dikembangkan oleh Bank Indonesia.
Menurut data Bank Indonesia Malang, jumlah pengguna QRIS di kota ini terus meningkat signifikan. Bahkan, merchant yang menerima pembayaran dengan QRIS sudah mencapai 869.815 merchant semuanya kini terhubung dengan QRIS. Artinya, gaya hidup cashless sudah jadi bagian sehari-hari anak muda Malang.
Menariknya, QRIS kini hadir dengan inovasi baru, yaitu QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM). Dengan fitur ini, kamu bisa melakukan pembayaran dari jarak jauh. Caranya cukup dengan memindai kode QR yang dibagikan penjual, tanpa harus berhadapan langsung. Fitur ini jelas memudahkan belanja online, pembayaran delivery order, hingga transfer antar teman.
Selain TTM, QRIS juga terus berkembang. Ada QRIS MPM (Merchant Presented Mode), QRIS CPM (Customer Presented Mode), hingga fitur cross-border. Lewat fitur cross-border, transaksi lintas negara bisa dilakukan lebih praktis, sehingga cocok banget buat anak muda yang hobi traveling atau belanja produk internasional.
Meski makin canggih, Bank Indonesia tetap mengingatkan pentingnya menjaga keamanan saat bertransaksi. Beberapa modus penipuan pernah terjadi, misalnya penyalahgunaan kode QR palsu atau bukti transfer QRIS yang dimanipulasi. Anak muda perlu waspada dengan selalu mengecek nama merchant sebelum membayar, memperbarui aplikasi dompet digital, serta tidak pernah membagikan PIN maupun data pribadi ke orang lain.
Dengan perkembangan ini, QRIS bukan lagi sekadar tren, tapi sudah jadi pondasi sistem pembayaran di masa depan. Mulai dari beli kopi kekinian, bayar parkir, hingga membayar pajak, semua bisa dilakukan lewat QRIS.
Jadi, untuk kamu anak muda Malang, jangan sampai kudet. QRIS adalah teknologi pembayaran zaman now yang wajib kamu kuasai, biar hidup makin simple, aman, dan kekinian.

